Friday, 14 November 2014

Malam Yang Hilang


Malam datang berjalan membelai bulan

Saat aku melukis dua wajah pada rembulan

Suara katak bersahut menyambut lembut memanggil
hujan tak ingin datang, malam bertambah malang

Sertakan aku di sana dalam malam yang hilang

Mememani rengekkan yang setiap malam melengking

Sementara tangis itulah yang menepis sepi
Aku akan menyertakanmu dalam siang yang hilang
Pada setiap langkah yang menggaris sekat ruang,
Berbatas dinding langit, dalam hatiku engkau terlentang
Sunyi kian mengering ke dalam relung yang mengering

Aku membayangkan kisah kita terbentang

Menjadi atap tempat kita berteduh dari hujan

Dan aku akan selalu menjadi tiang penopang
12.00 WIB

No comments:

Post a Comment