Malam datang berjalan membelai bulan
Saat aku melukis dua wajah pada rembulan
Suara katak bersahut menyambut lembut memanggil
hujan tak ingin datang, malam bertambah malang
Sertakan aku di sana dalam malam yang hilang
Mememani rengekkan yang setiap malam melengking
Sementara tangis itulah yang menepis sepi
Aku akan menyertakanmu dalam siang yang hilang
Pada setiap langkah yang menggaris sekat ruang,
Berbatas dinding langit, dalam hatiku engkau terlentang
Sunyi kian mengering ke dalam relung yang mengering
Aku membayangkan kisah kita terbentang
Menjadi atap tempat kita berteduh dari hujan
Dan aku akan selalu menjadi tiang penopang
12.00 WIB
No comments:
Post a Comment