Jakarta ku titipkan segala harapan
Ketika kami harus berpisah di bandara
Gemuruh burung besi kian menumpuk impian
Tiga malam terlewati dengan dua senyuman
Ini pilihan untuk kita, semasa ketika bersama
Aku Menahan kesepian yang tergaris di sudut jalan pulang
Bersama derai, bulir-bulir kristal putih membasuh wajah
Ketika tingkah lucu dan segala bahasa tubuhnya terlintas
Aku tak kuasa menahan segala rindu yang membayang
Di jalanMu aku selipkan kata-kata suci hingga berterbangan
Sementara waktu terus berjalan bermain-main dalam ingatan
Begini rasanya jauh dari buah cinta yang sedang mekar
Tiada tercipta kesenangan tanpanya walau dalam senyuman
Membekas segala tangis, tawa, celotehnya, dalam kesendirian
Nyanyianmu yang ku dendangkan setiap kali melewati kisah
Dalam foto-foto mu di dinding rumah
Selalu terdengar larian lincah kaki mungil dan teriakan “pi..”
Melewati ini, seperti jalan terjal berbatu
Dimana menanti ujung jalan yang kembali menyatu
Semua awal adalah akhir dari perjalanan harapan
Yang ku nanti saat kita kembali bersama bersatu
Bercerita tantang cerita semasa dalam buaian
07.9.2014
Jakarta, Bandara Halim Perdanakusuma
No comments:
Post a Comment