Setiap hari ia lewat merengkuh tanganku
memberikan sesal dalam hatiku
kemudian, berlalu
seperti penghuni neraka
jika kulit-kulitnya terpanggang
kembali pula kulit-kulit itu
untuk sebuah derita panjang
bukanlah orang mati itu
istirahat seperti mayat
kematian adalah mati kehidupannya
(Syekh Abu Ali ad-Daqqaq)
memberikan sesal dalam hatiku
kemudian, berlalu
seperti penghuni neraka
jika kulit-kulitnya terpanggang
kembali pula kulit-kulit itu
untuk sebuah derita panjang
bukanlah orang mati itu
istirahat seperti mayat
kematian adalah mati kehidupannya
(Syekh Abu Ali ad-Daqqaq)
No comments:
Post a Comment